Adopsi Web 2.0 dalam Bisnis

6 Mar
2010

Seiring dengan semakin banyaknya adopsi Web 2.0 dalam bisnis, diperlukan panduan untuk para Chief Information Officer (CIO) agar adopsi tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.

Pengetahuan yang mendalam (deep knowledge) mengenai Web 2.0 adalah hal yang kritikal dalam pengambilan keputusan dan pengembangan strategi mengadopsi Web 2.0 di sebuah perusahaan.

Pengetahuan tersebut bukan hanya mengenai teknologi Web 2.0 saja, melainkan juga mengenai manusia (people), proses, budaya dan manajemen perubahan (change management). Banyak organisasi telah mengadopsi Web 2.0 hanya dari sisi teknologinya saja, bukan sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.

Adopsi Web 2.0 di organisasi-organisasi tersebut hanya sebatas melakukan eksperimentasi penggunaan teknologi Web 2.0.

Adalah hal yang sangat kritikal dalam organisasi untuk menggunakan metodologi yang tepat untuk mengimplementasi berbagai aplikasi Web 2.0, mengukur return on investment (ROI) dan membangun keunggulan kompetitif dari implementasi Web 2.0 tersebut.

Metodologi implementasi Web 2.0 terdiri dari enam tahapan. Tahapan tersebut adalah:

  1. pendidikan,
  2. strategi,
  3. perencanaan,
  4. implementasi,
  5. adopsi, dan
  6. mengukur & meningkatkan (measure and improve).

Tahapan pendidikan terdiri dari aktivitas-aktivitas: mempelajari dan mengerti mengenai prinsip-prinsip Web 2.0, tren Web 2.0, dan aplikasi Web 2.0 dalam bisnis.

Tahapan strategi terdiri dari aktivitas-aktivitas: formulasi visi Web 2.0, melakukan asesment keunggulan kompetitif, dan transformasi strategi bisnis.

Tahapan perencanaan terdiri dari aktivitas-aktivitas: roadmap implementasi (implementation roadmap), seleksi teknologi, dan penerapan metodologi proyek.

Tahapan implementasi terdiri dari aktivitas-aktivitas: desain perangkat lunak, mengembangkan aplikasi, dan deployment & support.

Tahapan adopsi terdiri dari aktivitas manajemen komunitas (community engagement & management), manajemen perubahan organisasi, dan mendapatkan komitmen manajemen eksekutif.

Tahapan mengukur & meningkatkan (Measure & improve) terdiri dari aktivitas-aktivitas: mengukur kemapanan Web 2.0 (measure Web 2.0 maturity), analisa gap dan ROI (gap analysis and ROI), melakukan review dan perencanaan selanjutnya.

Dengan menerapkan metodologi tersebut di atas, diharapkan para pemimpin organisasi IT dapat memanfaatkan teknologi Web 2.0 secara optimal.

Penulis: Richard Kumaradjaja
Dicomot dari Bisnis Indonesia / Teknologi Informasi

Comment Form

top