Rapat FLP

19 Oct
2009

Buku Rumah Matahari TerbitPagi tadi sekitar pukul 6:57 WIB aku menerima sebuah sms, dari bang Ferhat.

Salam. Temans, sore ini jam 4 sore mhon dtng k flp ya. Qt rapt bhas tntg pnerbit kamoe & pnjualan bku qt. Syang tu bku, udh lumutan d sekret. Qt hrus bkin gebrakan biar bku qt laku. Dtg yo! Konfirm kmri. tq

Demikianlah petikan sms dari bang Ferhat tanpa ada editing. Kemungkinan besar, seperti agenda rapat yang tertera adalah masalah promosi buku Rumah Matahari Terbit. Kasihan juga menurutku kalau Rumah Matahari Terbit sampai ga laku, soalnya cerita di dalamnya lumayan menarik. Bahkan ada beberapa tulisan yang sudah pernah dimuat di media nasional, misalnya cerita Laskar Asykariah hasil rakitan bang Alimudin.

Menurutku, kenapa bisa sampai buku perdana FLP ini kurang laku adalah karena kurangnya distribusi. Kami masih mengandalkan distribusi hingga kota Banda Aceh. Hanya beberapa toko buku yang kami masukkan, lantas promosi selanjutnya adalah speak-to-speak. Kemudian adalah kurangnya promosi, padahal ketika launching pertama sekali, antusias orang-orang cukup bagus.

Lantas menurutku dari segi marketingnya, nilai jual bukunya belumlah terlihat terlebih di mana animo masyarakat Aceh dalam membaca begitu kurang. Budaya membaca bukanlah budaya masyarakat Aceh, masyarakat Aceh terlalu berlebihan dalam budaya oral. Makanya bisa dilihat bagaimana persentase orang ke pustaka dibandingkan dengan orang-orang ke kedai kopi.

Rasanya cukup sulit untuk menjual habis buku Rumah Matahari Terbit. Tetapi selalu ada jalan keluar dan wajib optimis. Pertanyaannya adalah BAGAIMANA?

Comment Form

top